Jumat, Oktober 12, 2012

#jasmerah #tanyakemal

1. Malam! Kali ini saya akan mengajukan pertanyaan yang ga masuk akal yang sebenarnya logis jika diteliti lebih lanjut #jasmerah #tanyakemal

2. Cara jawabnya cukup dengan meretweet + beri alasannya di reply all jika setuju atau mereply saja jika tidak setuju #jasmerah #tanyakemal

3. Pertanyaan pertama: Benarkah Soeharto adalah seorang komunis yang berwajahkan bak seorang suci dari paham komunism? #jasmerah #tanyakemal

4. dibalik pertanyaan tersebut, Soeharto ternyata mengetahui kronologis yg sebenarnya dibalik pembantaian tersebut, apakah anda mengetahui?

5. Ada yg menyatakan Soeharto berada di RSPAD ketika si Tommy lg sakit ketika malam menjelang G30Snya, apakah anda mengetahui? #tanyakemal

6. Untung S datang kesana untuk melaporkan 'yang itu tuh', Reaksi Soeharto: "Iya iya pokok'e diam-diam, bantai mereka" #jasmerah #tanyakemal

7. Sebenarnya "misinya" itu gagal, karena org no 1 di ABRI, Jend. AH Nasution berhasil melarikan diri, tapi anaknya... #jasmerah #tanyakemal

8. ...tewas. Tapi reaksi Soeharto, "antep we, nasution juga ga tau kok", memang iya Nasution ga tau apa-apa #jasmerah #tanyakemal

9. Pertanyaan kedua, apakah ada campur tangan dari CIA sehingga menyebabkan ada perpecahan di tubuh TNI-AD? #jasmerah #tanyakemal

10. Apa kaitannya antara dokumen Gilchrist dengan Indonesia saat itu dimana terdapat potongan kalimat "our local friends army"? #tanyakemal

11. Atau jangan-jangan malah palsu tuh dokumen alias ga ada sama sekali, bagaimana tanggapan anda? #jasmerah #tanyakemal

12. Ada pengakuan dari purnawan rumga istana, ia melihat bahwa 3 orang sahabat soeharto berada di ruang kerja soekarno #jasmerah #tanyakemal

13. Terlihat jg wajah Soekarno yang sedang "terancam nyawanya" & terpaksa menandatangani sebuah surat yg dikenal dgn Supersemar #tanyakemal

15. Pertanyaan ketiga, apakah supersemar itu ada tapi di'reproduksi' atau tidak ada sama sekali? #jasmerah #tanyakemal

Minggu, September 30, 2012

REFLEKSI PARIWISATA BANDUNG

Masih terngiang pada pidato presiden USA, Barack Obama pada kunjungannya  ke Jakarta beberapa waktu yang lalu. Beliau mengungkapkan ketakjubannya akan perkembangan kota Jakarta. Beliau masih ingat betul kota Jakarta 40 tahun yang lalu. Gedung tertinggi adalah Hotel Indonesia. Toserba terbesar ialah Sarinah, ‘Interchange’ pertama dulu hanya ada Semanggi, Sekarang highway & interchange’ sudah sangat banyak di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Seandainya saja, ….
Obama sekolahnya bukan di Menteng. Seandainya saja Obama bersekolah, di SD Pajagalan, SD Pabaki, SD Ciateul, atau SD Merdeka atau SD Banjarsari, SD Pasirkaliki. Apa kira-kira isi pidato yang akan disampaikan oleh Presiden Obama jikalau berkunjung ke kota Bandung???

Seandainya saja  ………
Saya dimintai menyampaikan pidato oleh khalayak banyak, tapi tak mungkin karena saya bukan siapa-siapa dan saya hanya masyarakat biasa. Saya adalah saya.
Namanya juga berandai-andai, ya boleh juga dong kita sebagai manusia.

Saya masih ingat ketika akan meninggalkan Bandung, Pasupati masih sedang dalam tahap persiapan. Saya masih ingat, jalan Dewi Sartika macet penuh dengan angkot.  Saya masih ingat, Dari rumah di Sukaleueur “ka lembur di Soreang, hanya 15 menitan lah dan saya masih ingat akses menuju ke Soreang satu-satunya, ya hanya jalan Kopo itu saja. Mengingat tidak ada akses yang lain.

Memang, kini kota Bandung semakin padat dan semakin ramai. Pasupati kini membentang dengan megahnya yang kini menjadi ikon Kota Bandung, akses ke Soreang kini tak hanya lewat Kopo saja.  Dewi Sartika kini semakin padat merayap penuh akan angkot-angkot dan beberapa bus kota yang saling berebut siap melayani para pelanggannya, mall ada dimana-mana dan yang terbaru TSM (Transtudio Mall, d/h Bandung Supermal), SUS Gedebage yang kini pengerjaannya sudah mencapai hampir finish.

Sungguh tak terkira karunia yang diberikan oleh Allah SWT kepada  Kota Bandung. Udaranya yang dingin, letaknya yang diriung gunung,  ditambah lagi dengan kreativitas warganya yang sudah sangat terkenal akan kreatifnya….sungguh menjadikannya sebagai kota yang diminati orang untuk mengunjunginya. Orang akan datang, datang, dan datang lagi….walaupun hanya untuk semalam bahkan hanya untuk sekedar makan siang saja bersama kelaurga, sahabat, maupun kolega, ataupun sendiri saja.

Saya pernah bertemu dengan seseorang (sebut saja paijo). Ia berasal dari bilangan Kemang, JakSel. Waktu itu saya bersama teman saya sedang makan siang alias “lunch” di sebuah resto yang berada di Bilangan Dago Pakar. Kebetulan saya mendapat tugas dari guru Bahasa Indonesia yaitu tugasnya mewawancarai masyarakat terkait pariwisata. Intinya saya menanyakan, berapa lama dan apa tujuan Anda mengunjungi Bandung? Ia menjawabnya “hanya untuk makan siang saja dan saya kesini (Bandung .red) karena takjub akan pemandangannya yang sangat mempesona”. Saya kaget dalam hati mendengar jawaban tersebut sehingga menimbulkan pertanyaan yang cukup menarik jika di’analisis’ lebih lanjut.

Kemudian, saya berfikir esok harinya, apa yang membuat Bandung selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan dari hari ke hari, bulan ke bulan, dan tahun ke tahun. Ternyata, saya mendapat jawabannya seminggu setelah “lunch” di resto tersebut. Jawabannya adalah, promosi dari mulut ke mulut, utamanya dari orang yang pernah mengunjunginya, merupakan promosi haratis yang memberikan kontribusi yang sungguh luar biasa.

Memang tak ada data yang menjadi referensi, tapi berdasarkan pengamatan secara kasat mata, di pintu tol masuk ke arah Kota Bandung khususnya Pasteur, bukannya didominasi oleh kendaraan plat “D” namun didominasi oleh plat “B”.

Disbudpar sangatlah terbantu dengan promosi dari mulut ke mulut ini yang disebarkan oleh para wisatawan yang telah mengunjungi kota Bandung.

Akan tetapi dalam hal ini, justru pemkot Bandung harus lebih memperhatikan dampak-dampak dalam hal lainnya, karena keberhasilan suatu daerah dalam menyedot pengunjung/wisatawan untuk mengunjungi daerahnya pastinya akan berdampak pada sektor-sektor lainnya, seperti lalu lintas yang dikhawatirkan semakin macet, kebersihan yang dikhawatirkan berdampak pada penanganan sampah, dll. Dan pemkot Bandung pula mesti memperhatikan kenyamanan para wisatawan mulai dari keamanan dan ketertiban setempat, infrastruktur yang prima, prinsip sapta pesona yang diamalkan oleh semua unsur masyarakat yang terlibat didalamnya, dll agar mereka (wisatawan .red) tetap betah dan nyaman.

Dan disaat ini pula, pemkot Bandung harus semakin giat dalam melayani tamu-tamunya dengan memperhatikan pula penghuni aselinya. Dengan cara menata Cikapundung menjadi kembali cantik, membuat Bandung “green and clean city”, membuat sistem penanganan lalu lintas dan transportasi massal yang terpadu, membangun dan meningkatkan layanan infrastruktur yang prima, menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif, dan stabil dan masih banyak lagi yang semuanya bermuara demi menciptakan Bandung kota Berbunga dan semakin banyak dikunjungi oleh wisatawan baik domestik maupun mancanegara di kemudian hari.

Jumat, September 14, 2012

#perspektifkemal eps tasamuh

 tadi barusan saya membahas tentang "tasamuh" (kerukunan antarumat beragama) bersama paman dan bibi saya...


(1) #perspektifkemal di dalam diskusi tersebut, menyimpan pesan yg amt luar biasa membingungkan bagi mrka yg krg faham/rasis thdp toleransi

 (2) #perspektifkemal dimana pesan yg disampaikan oleh paman saya adalah: "Nabi SAW berjanji bahwa ia berjanji melindungi siapa saja ......." #perspektifkemal

 (3) "...yang tinggal di sini (Madinah .red), termasuklah, mereka yahudi & nasrani. akan tetapi, kaum yahudilah yg..."

 (4) #perspektifkemal  "...melanggar perjanjian tersebut (hudaibiyah. red), akn tetapi nasrani 'anteng-anteng we' & sampai skg masih harmonis" #perspektifkemal

 (5) "Dlm tnda kutip 'disini' (.... .red)". Lanjutnya, "akan tetapi, masyarakat 'kolot' & ustad2nya yg 'lokal" juga ttp mengatakan bahwa...."

 (6) #perspektifkemal "...membantu org selain muslim -> kafir!, lha kalau mereka non-muslim selalu membantu kita, berarti kita & mereka sama-sama kafir."

 (7) #perspektifkemal" "....berarti kita & mereka sudah jelas sama-sama kafir dong. Kita kafir karena menikmati bantuan mereka & mereka...m."

 (8) #perspektifkemal  "...mereka nonmuslim dlm kurung agamanya juga kafir karena membantu kita. lha juga, mana rasa kemanusiaannya/tasamuh?"

 (9) #perspektifkemal  "padahal Islam tidak hanya mengajarkan "hablu-minallah" akan tetapi juga mengajarkan "wa hablu-minannas"nya juga"

 (10) #perspektifkemal  "kalau "hablu minallah"-nya, saya acungi jempol, akn tetapi yg "hablu minannas"-nya, mereka selalu berfikiran sempit"

 (11) #perspektifkemal  "berfikiran sempit apa? mereka mengatakan bahwa muslim harus membantu sesama muslim & tak boleh membantu yg lain"

 (12) #perspektifkemal "kalau kita sebagai umat muslim selalu berfikiran spt itu, sampai kpn Islam mau maju & disegani oleh internasional?"

 (13) #perspektifkemal  "selama Islam berfikiran seperti itu, dunia kan selalu menuduh Islam yg tidak2 & mungkin selamanya ttp membenci Islam" #perspektifkemal

 (14) Benar apa kata paman saya tadi, akan tetapi masyarakat dilemakan akan perbedaan penafsiran mengenai apa itu tasamuh

 (15) #perspektifkemal  di Qur'an banyak sekali terdapat "ayat-ayat kondradiktif" salah satunya iaitu membahas masalah terkait dengan tasamuh

(16) #perspektifkemal  Salah satu ayatnya membahas ttg bahwa kita harus toleransi, akan tetapi ayat lain menjelaskan sebaliknya

(17) #perspektifkemal Mulanya saya bingung, akan tetapi setelah saya 'berkonsultasi' sama org yg terpercaya dan berusaha meluruskan...

(18) Salam! Mari kita lanjutkan #perspektifkemal yang ke 20 masih mengenai tasamuh ...berusaha meluruskan kesalahan saya mengenai tasamuh akhirnya saya mengetahui bahwa tasamuh itu luas artinya

(20) #perspektifkemal dan tak sekedar hanya dalam arti sempitnya akan tetapi islam mengajarkan bahwa kita sebagai muslim harus membantu siapa saja

(21) #perspektifkemal dan tak melihat dari manapun ia berasal. Indonesia ialah negara multikultural dan negara yang toleran, akan tetapi...

(22) #perspektifkemal  sebenarnya, masyarakat Indonesia itu adalah masyarakat yang sangat rasis, baru di-sulut sepele aja udah "berantem"

(23) #perspektifkemal "Toleransi setengah hati", mungkin itulah kesan yang paling cocok untuk masyarakat Indonesia saat ini

(24) #perspektifkemal Ketika masalah ini menjadi masalah yang serius, disaat pemerintah turun tangan dan tak mampu menyelesaikannya

(25) #perspektifkemal maka, kita sendirilah sebagai masyarakat independen yang tidak mengeluhkan/membeda-bedakan perbedaan tersebut...

(26) #perspektifkemal  ...utk menyadarkan masyarakat yg terlanjur diperdaya olh kebenaran2 palsu dgn kebenaran yg dpt dipertanggungjawabkan

(27) #perspektifkemal  caranya? mengaitkan suatu kajian agama dgn kaitan ke-limu pengetahuan yg akan tetapi hasilnya disesuaikan dengan syariat Islami

(28) Saya jamin dunia akan kembali memercayai Islam dan akan menarik ucapannya bahwa Islam itu adalah agama kekerasan

(29) #perspektifkemal Asalkan kita menjalankan sunnatullah sikap tasamuh dgn sepenuh hati & tdk bersikap rasisme, krn rasis bkn lg jamannya

(30) #perspektifkemal  Sekian #perspektifkemal mengenai episode tasamuh, semoga kita dapat mengambil hikmah dari tweets sebelumnya. Sekian & Salam!